Cerpen Pengalaman Hidup
Hai semua!!,, saya mau meposting hasil cerpen ku sendiri loh, cerpen ini diankat dari kisah nyata saya sendiri loh....... penasaran.... baca aja yukkk!!....
Kejutan tak
terduga
Karya : M. Nizar Ghozali
Namaku Muhammad Nizar Ghozali biasa dipanggil Nizar. Aku siswa kelas sembilan SMP Lematang
Lestari. Aku adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Aku memiliki seorang
sahabat yang sangat baik yang bernama Adit. Kami berdua selalu bersama. Tapi
kami juga selalu bertengkar, tetapi pertengkarannya tidak bertahan lama. Kami
berdua aktif dilingkungan sekolah. Tidak heran guru-guru, teman-teman,
siswa-siswi bahkan penjaga kantin pun tidak heran lagi dengan kami berdua.
Orang orang dilingkungan sekolah sering menyebut dan menjuluki kami sebagai dua
belut karena tingkah kami yang tak pernah diam yang selalu membuat sensasi yang
mengembirakan.
Memasuki bulan November, aku sangat
senang sekali. Karena dibulan inilah aku dilahirkan. Tidak lama lagi ulang
tahunku datang. “Adit, coba tebak ini bulan apa?” tanyaku kepada adit.
“yaiyalah ini bulan November, Nizarrr.” Balas adit
“
Coba tebak hari spesial apa yang ada di bulan November?”
“
Hmmm.. aku tidak tahu.”
“
Ya Allah, kau sudah luoa dengan ulang tahun ku.”
“
Oh... ulang tahunmu, tanggal 17 kan?”
“
Yapp, benar sekali, tolong bilang kepada OSIS buatkan aku kue ulang tahun!”
“
Idih, ngarep lu, sekarang OSIS lagi buntu alias gak ada uang.”
“
ya ampun, cuman kue kok.”
“
Nggak ada!”
“
hmm, yasudah dasar pelit!”
Aku
lalu meninggalkan pembicaraan dengan Adit. Aku pergi kekelas untuk persiapan
presentasi. Bel pun berbunyi bertanda bahwa jam pelajaran akan dimulai. Semua
siswa masuk kekelasnya masing masing. Aku pun bersiap untuk presentase.
Aku dan Adit tidak satu kelas. Dia kelas
9.3 dan aku kelas 9.2. akan tetapi kami tidak pernah berpisah. Kami selalu
bersama waaupun kami selalu bertengkat juga. Persahabatan kami ini sangat
populer di sekolah kami.
Bel berbunyi yang kedua kalinya.
Semuanya meninggalkan pelajaran dan beristirahat. Aku pun memanggil Adit dari
depan kelasnya dan mengajak Adit untuk jajan di kantin sekolah. Kami biasanya
membeli model, piscok, pempek dan laksan. Setelah semuanya sudah dibeli, kami
pun kembali kekelas untuk memakan jajanan kami tadi. Kami biasanya makan di
kelas 9.2 yaitu kelasku. “ dit rayakan ultah ku ya.” Seru ku kepada adit. “
Insya Allah kami akan merayakan.” Balas Adit sambil memakan model. Setelah
semuanya selesai dimakan. Kami mengembalikan magkok ke kantin. Bel pun berbunyi
ketiga kalinya. Tanda masuk dan melanjutkan pelajaran. Lalu Adam sebagai ketua
kelas memanggil guru pelajaran. Ternyata gurunya tidak masuk karena ada urusan
dan hanya memberikan tugas latihan. Kami satu kelas kompak bergembira, karena
gurunya tidak masuk. Lalu Zakiah sebagai ketua OSIS untuk mengadakan rapat
tentang acara LDKS diruang OSIS. Semua anggota OSIS dikumpulkan di ruang OSIS
untuk membicarakan tentang LDKS. Setelah rapat selesai, semuanya kembali
kekelas masing masing.
“ Zakiah tanggal 17 nanti rayakan ulang
tahunku ya!” seru aku kepada Zakiah sambil melompat lompat. “ Weeeee, ngarep lu
zar, OSIS lagi buntu sekarang.” Balas Zakiah sambil tersenyum. “ Aku kan
sebagai sekertaris OSIS ter hitz dan terpopuler, masa gak dirayakan.” Cakap aku
kepada Zakiah sambil bercanda. “ Hahahaha iya iya, insya Allah.” Balas Zakiah
sambil tertawa. Lalu aku kedepan kelas dan menulis tanggal ulang tahunku. “ Hey
teman teman, rayakan ulang tahunku ya.” Teriak ku didepan kelas. “ Tidaaakkkk!”
semuanya kompak bilang. Aku pun tertawa mendengar jawaban itu.
Bel pun berbunyi keempat kalinya tanda
istirahat kedua. Semua siswa mengambil bekal makan siangnya. Aku juga mengambil
bekal makan siangku dan memakannya. Selesai makan, aku beristirahat sebentar. “
Nizar kok kamu gak sholat berjamaah?”
seru Ellysabet sambil meminum es kesukaannya. “ Aku lagi menunggu Adit,
biasanya Adit yang menjemputku sholat.” Balas ku sambil duduk santai. Tak lama
kemudian azan pun dikumandangkan. Adit pun datang menjemputku. “ Nizar, ayo
sholat!” seru adit sambil gelisah. “ Iya iya, ayo kita sholat.” Kami pun
mengambil air wudhu di wc. Setelah selesai mengambil air wudhu, kami bergegas
ke aula untuk sholat berjamaah. Sholat pun dimulai, dan semuanya mengerjakan
dengan khusuk. Setelah selesai sholat, kami kembali ke kelas dan belajar lagi.
Hari demi hari kami lalui. Tak terasa
waktu sedemikian singkat. Tanggal 15 November pun datang. Semuanya sama, tak
ada yang berbeda. Sepertinya ulang tahunku tidak akan dirayakan. Aku pun pasrah
dengan keadaannya. Aku tidak menghiraukan lagi dengan ulang tahunku. Tanggal 15
pun berlalu dan datanglah tanggal 16. Tanggal 16 adalah hari Minggu. Aku tidak
melakukan aktivitas apapun. Hanya diam dirumah dan membantu mamaku. “ Nizar
besok ulang tahun kan?” tanya mama kepadaku. “ iya ma.” Jawabku singkat.
Ternyata semua ingat akan ulang tahunku. Aku berfikir tak perlu ada perayaan
ulang tahun. Yang penting adalah ucapan dari semua orang yang ikhlas saja sudah
cukup. Bukan hanya aku yang berulang tahun tanggal 17. Tetapi Balqis temanku
juga berulang tahun sama seperti aku. Malamnya aku mendapat ucapat dari mamanya
Adit lewat BBM. Aku sangat senang sekali.
Pagi menyambutku dengan semangat.
Tanggal 17 pun datang. Ketika aku mau berangkat sekolah, aku mendapat ucapan
dari mama. Aku pun mendapat ucapan dari papa lewat SMS karena dia sedang berada
di Jogja. Aku sangat senang dengan ucapan itu. Sesampainya di sekolah, aku
disambut hangat oleh teman teman ku. Teman teman banyak yang memberi ucapan
kepadaku. Aku tidak menyangka ternyata semua ingat dengan ulang tahunku. “
Nizar, happy birthday yaa, semoga panjang umur, sehat selalu, makin pintar, dan
bisa membanggakan orang tua dan menjadi anak yang soleh.” Seru Adit sambil berlari
menghampiriku. “ Makasih Aditt.” Jawabku sambil tersenyum. “ Happy birthday
nizarrr.” Kata Sabet dan Cecil. “ Makasih sabet, cecil” jawabku tersenyum. “
jangan lupa traktirannya yaaaa.” Kata Sabet. “ hahahahha insya allah ya.”
Jawabku sambil tertawa. Semua teman teman kelasku memberi kejutan kepadaku.
Semuanya bernyanyi selamat ulang tahun kepadaku. Aku terharu dengan semuanya.
Walaupun mereka tidak memberikan kue untukku, tetapi aku sangat senang karena
mereka semuanya memberikan ucapan itu kepadaku. Pulangnya aku juga mendapat
kejutan dari Bunga. Dia membuatkan ku kue ulang tahun yang sangan indah. Aku
sangat senang sekali. Aku pun berdoa dan meniup lilinnya. Suapan pertama untuk
bunga. Dan suapan kedua untuk sahabatku yaitu Adit. Kami pun memakan kuenya.
Keseruan pun terjadi, banyak yang menyolekkan krim kue ke muka ku. Sayangnya
kuenya habis dan aku tidak bisa membawa pulang kuenya. Sesampainya di rumah aku
membuka hp dan ternyata banyak ucapan ucapan untukku. Tapi ada juga yang
membuatku kecewa, karena OSIS tidak merayakan ulang tahunku. Padahal aku sangat
berharap agar OSIS merayakan ulang tahunku. Tetapi aku juga bersyukur dengan
perayaan di sekolah tadi.
Keesokan harinya, acara LDKS pun
dimulai. Semua peserta LDKS dituntun agar menjadi pemimpin yang bertanggung
jawab. Kami juga memberikan materi kepada peserta LDKS. Tak terasa waktu
istirahat pun datang. Semua anggota OSIS dan peserta LDKS untuk makan siang.
Aku dan Adit mengambil bekal makan siang kami. “ Nizar kata Zakiah nanti kita
sumbangan untuk beli kue ulang tahunnya Desmika peserta LDKS.” Cakap Adit
kepadaku. “ Ya Allah, giliran peserta LDKS kalian rayakan, sedangkan aku kalian
tidak mau merayakannya.” Jawabku kepada Adit sambil kecewa. “ kau kan sudah
dirayakan kemarin oleh Bunga.” Balas Adit. “ hemmm yelaaaaaa” jawabku pasrah.
Setelah makan siang kami panitia OSIS ngerjain nametag para peserta LDKS dengan
membasahinya. Kami pun memarahi peserta LDKS karena nametagnya basah. Setelah
puas kami ngerjainnya, lalu Pak Reza selaku pembina OSIS datang. “ Siapa yang
bertanggung jawab atas kebasahaan nametag ini.” Teriak Pak Reza sambil marah.
Adit pun menjawab “ Nizar, Sensei.” Aku sangat cemas, karena di marahi pak
Reza.
“
Nizar kenapa kamu tidak bisa menjaga nametag ini.”
“
Saya nggak tau sensei, mereka yang tidak bisa menjaganya.”
“
Sudah saya bilang, kamu harus menjaganya dengan baik.”
Aku
sangat cemas dan ketakutan karena Pak Reza memarahiku. Aku pun heran sejak
kapan aku ditunjuk sebagai penanggung jawab bet. Semuanya terdiam karena
melihat kami. Dan tiba tiba ada suara merdu dari belakang.
“
Happy Birthday to you.... Happy birthday to you.” Ternyata Zakiah ketua OSIS
membawakan kue ulang tahun untukku. Aku terlemas dan air mataku tak sanggup ku
tahan. Aku pun terharu dengan semua ini. Lalu semuanya bernyanyi untukku. Aku
sangat bahagia. Lalu aku meniup lilinnya, dan aku memberi suapan pertama kepada
Pak Reza. Suapan kedua untuk sahabat terbaikku yaitu Adit. Dan suapan ketiga
untuk Ketua OSIS yaitu Zakiah. Suasana yang tadinya tegang sekarang menjadi
kegembiraan. Ternyata apa yang kuduga selama ini tidak seburuk yang kuduga. Aku
mengerti bahwa kebahagian itu pasti ada dan kita tidak perlu menunggunya,
karena pasti akan datang dengan sendirinya.
TAMAT

